oleh

Inovasi KISAH-KITA Bawa MAN 3 Medan ke Top 80 Nasional

PAPUABARATDAYA.SIN.CO.ID –Prestasi kembali diraih Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan di tingkat nasional melalui inovasi di bidang teknologi digital. Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra berhasil masuk dalam 80 besar finalis Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) 2026.

Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra terpilih untuk memamerkan inovasi bertajuk KISAH-KITA dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026. Acara ini berlangsung pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Melalui inovasi KISAH-KITA, Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra menghadirkan pengalaman literasi digital yang memadukan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan teknologi Internet of Things (IoT). Platform ini dikembangkan untuk menjadikan kegiatan membaca dan belajar lebih interaktif serta menarik melalui pemanfaatan teknologi AIoT. Inovasi tersebut menjadi salah satu wujud kreativitas guru MAN 3 Medan dalam menghadirkan solusi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi digital.

Baca Juga  Gerak Cepat KSAD Jenderal Dudung Tangani Kasus di Papua

Dalam ajang FEKDI x IFSE 2026, Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra hadir sebagai perwakilan PIDI Team untuk memperkenalkan KISAH-KITA kepada para pengunjung. Kegiatan yang melibatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta kementerian dan lembaga terkait tersebut menjadi wadah bagi para inovator untuk menampilkan berbagai terobosan teknologi. Kehadiran KISAH-KITA di stan pameran inovasi turut memperkenalkan potensi karya guru madrasah kepada para pemangku kepentingan, jurnalis, dan pelaku industri teknologi.

Keberhasilan menembus 80 besar nasional ini merupakan hasil dari proses pengembangan dan perjalanan inovasi yang telah dimulai sejak awal 2026. Pada Februari 2026, KISAH-KITA berhasil meraih Juara I Kategori Invensi dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan. Ahmad Suhendra Sembiring, yang juga merupakan instruktur ekstrakurikuler robotika dan informatika di MAN 3 Medan, mengembangkan inovasi tersebut dengan memanfaatkan pengetahuan di bidang Internet of Things (IoT), mikrokontroler ESP32, dan Edge AI. Kolaborasi dengan Andy Syahputra turut mengantarkan inovasi tersebut hingga ke panggung nasional.

Baca Juga  Jakarta Tuan Rumah MTQ Nasional 2027, Bertepatan HUT ke-500 Ibu Kota

Kepala MAN 3 Medan, Burhanuddin, menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua guru tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti bahwa guru madrasah memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Saya mengapresiasi kerja keras dan dedikasi Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra yang telah membawa nama MAN 3 Medan ke tingkat nasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi,” ujarnya di Medan, Senin (28/9/2026).

Lebih lanjut, Burhanuddin berharap pencapaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga madrasah, khususnya peserta didik, untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan di bidang teknologi. Menurutnya, semangat berinovasi, kolaborasi, dan ketekunan dalam melakukan penelitian merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga  Fraksi Gerindra Apresiasi Keputusan Presiden Naikan Gaji dan Pensiunan PNS

“Saya berharap keberhasilan ini dapat memotivasi para siswa untuk terus belajar, berani mencoba hal-hal baru, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Madrasah harus menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang berilmu, kreatif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya.

Partisipasi MAN 3 Medan dalam FEKDI x IFSE 2026 menjadi salah satu wujud komitmen madrasah dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan. Melalui inovasi KISAH-KITA, Ahmad Suhendra Sembiring dan Andy Syahputra menunjukkan bahwa karya dari madrasah memiliki peluang untuk berkembang dan dikenal di tingkat nasional. Prestasi ini diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi dari guru dan peserta didik MAN 3 Medan sekaligus memperkuat peran madrasah dalam mencetak generasi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing.(***)

 

News Feed